Now Playing Tracks

kepada waktu

Bisakah aku pinjam sedikit saja rahasiamu?

Berhutang sedikit saja

Mengintip sedikit saja

Akan aku balas dan lunasi

Dengan lima jarum jam emas berlapis duri

Aku tunggu kau waktu, dan kau menyimpan diam

Tak berhasil aku rayu, dan kau mengumpan kelam

Akan kusapu detik detik yang rontok di lantai kamarku

Kususun lagi, siapa tahu aku bakal tau rahasiamu

Jika kelak aku berhasil menemukan rahasiamu

Akan ku rampas engkau dari sandaranmu di dinding dingin

Ku campakkan engkau di tong yang menganga bertanya, mana?

Dan aku akan menjadi waktu itu sendiri

Mengatur detak ku

Menjadi tahu kelak ku

Mengubur segera riwayat ku

aku ingin melukismu

saat yang sangat tepat
ketika aku ingin mulai melukismu
ketika kita sungguh mulai berjarak tak terlalu dekat
seribu kuas untuk seribu warna kelabu

tangan yang kanan ini mulai bergetar
melukis lukisan yang kelak ingin ku gantung
pada sebidang dinding tidak besar
pada seluas hati sesempit jantung

kuimpikan lukisan indah tentangmu
potret mu, potret mu, juga kita
kuimpikan bingkai kayu ranum warna semu
potret cinta, potret rasa, potret percaya

segertak aku tahu mengapa tanganku tiba tiba bergetar
ketika kau merobek kanvas membalik papan kuas
kau hunus aku dari balik sangga kanvas belacu
tepat, tepat!!! tepatttttttttt terhunus di tubuhku

tubuh menahan hunusanmu
mataku nanar melihat matamu kasar
apakah ini engkau yang hendak aku lukis dulu?
apakah ini engkau yang kelak kuingat dalam gambar?

kau masih berdiri dengan senjatamu nan mulus
sekali kali tersenyum menatap permaisuri barumu lekat
menatap mantap, aku patut kau hunus
menatap tanpa kejap, aku patut kau jadikan mayat

aku ingin melukismu
hanya dengan satu warna : MERAH
sisa sisa muncratan darah
lelehan dari tubuhku yang makin rebah

aku ingin melukismu
lukisan yang sejak dulu ingin ku gantung
pada ruang sempit sebelah patung
tanda nyata aku telah kau gantung.

To Tumblr, Love Pixel Union