Now Playing Tracks

aku ingin melukismu

saat yang sangat tepat
ketika aku ingin mulai melukismu
ketika kita sungguh mulai berjarak tak terlalu dekat
seribu kuas untuk seribu warna kelabu

tangan yang kanan ini mulai bergetar
melukis lukisan yang kelak ingin ku gantung
pada sebidang dinding tidak besar
pada seluas hati sesempit jantung

kuimpikan lukisan indah tentangmu
potret mu, potret mu, juga kita
kuimpikan bingkai kayu ranum warna semu
potret cinta, potret rasa, potret percaya

segertak aku tahu mengapa tanganku tiba tiba bergetar
ketika kau merobek kanvas membalik papan kuas
kau hunus aku dari balik sangga kanvas belacu
tepat, tepat!!! tepatttttttttt terhunus di tubuhku

tubuh menahan hunusanmu
mataku nanar melihat matamu kasar
apakah ini engkau yang hendak aku lukis dulu?
apakah ini engkau yang kelak kuingat dalam gambar?

kau masih berdiri dengan senjatamu nan mulus
sekali kali tersenyum menatap permaisuri barumu lekat
menatap mantap, aku patut kau hunus
menatap tanpa kejap, aku patut kau jadikan mayat

aku ingin melukismu
hanya dengan satu warna : MERAH
sisa sisa muncratan darah
lelehan dari tubuhku yang makin rebah

aku ingin melukismu
lukisan yang sejak dulu ingin ku gantung
pada ruang sempit sebelah patung
tanda nyata aku telah kau gantung.

We make Tumblr themes